14
Mei
08

Jaksa Ngaku Capek, 3 Tersangka Korupsi Kabur “Didiamkan”

180px-Old_bracelets_(aka)PADANG—Kejaksaan Tinggi Sumbar mengaku kewalahan dalam mencari 3 orang tersangka (kasus berbeda) korupsi yang menghilang jelang pemanggilan. Keterbatasan sarana dan prasana dijadikan salah satu penyebab.

Ketiga tersangka tersebut; Siti Arifah, Direktur CV Bintang Zeva—rekanan kasus Proyek Pengadaan Bibit Kakao Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumbar Tahun 2005. Erdi Latifa, Direktur PT Riau Rancang Bangun—rekanan dalam kasus korupsi penyelewengan dana APBN dalam kegiatan penyiapan pemukiman transmigrasi di Dusun Tangah Solok Selatan. Dan, Edi Warlis—Kasi Bimbingan Penyuluhan Bina Usaha Transmigrasi/PPK di Disnakertrans Sumbar. Juga terkait kasus penyiapan pemukiman transmigrasi di Dusun Tangah Solok Selatan dan Hilalang Panjang, Dharmasraya.

” Kita akui sedikit kewalahan dalam melakukan pencarian ketiga tersangka ini. Sejumlah lokasi dicurigai sudah didatangi. Hasilnya tetap saja nihil. Alhasil, dari pada harus menunggu lama penuntasan penyidikan kasusnya, ke tiga orang ini terpaksa dipisah (kasusnya displit). Baru naikkan lagi setelah mereka ditangkap nantinya,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Winerdy Darwis SH MH kepada Pers, Rabu (14/5/ 2008 ) di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar jalan Raden Saleh, Padang.

Sebagai contoh, kata Winerdy, Siti Harifah. Tim penyidik sudah mencari ke sejumlah lokasi. Pihak keluarga pun sudah diberitahu. Tapi tetap saja dirinya tidak berhasil ditemukan. Untuk tersangka Erdi Latifa—Direktur PT Riau Rancang Bangun, penyidik terpaksa bersabar. Karena yang bersangkutan tengah ditahan di salah satu Polsek di Pekanbaru Riau—terkait kasus kekerasan rumah tangga. ” Jadi harus ditunggu dulu. Selesai kasusnya, baru dilakukan penangkapan,” ucap Winerdy.

Yang paling parah justru mencari tersangka Edi Warlis. ” Kita seperti main kucing-kucingan. Saat dicari, ia tidak ditemui. Cuma, kala kita diam ia justru terdengar berada di Padang. Tapi kalau diuber terus-terusan, sepertinya tidak memungkinkan. Sarana dan prasarana juga kurang mencukupi untuk itu,” terangnya.

Winerdy juga menyebut, pihak Kejaksaan Tinggi Sumbar masih berbaik hati untuk ini dan masih menempuh jalur kekeluargaan. Hanya saja, kalau dalam satu-dua bulan ini tidak ada kabar-beritanya, langkah tegas akan dilakukan. ” Kita bakal umumkan ke tiga orang ini sebagai buronon pihak Kejati Sumbar. Nama mereka bakal dipampangkan di Media Cetak dan Televisi sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” tegasnya.

Seperti diketahui dalam kasus Kakao TA 2005 Disbun Sumbar, penyidik sudah menahan 3 tersangka. Diantaranya; Suhil Noer, Fahron Rosyidi dan Yasril Syukur. Sementara, Siti Arifah Direktur CV Bintang Zeva, kabur.

Dalam kasus Pemukiman Transmigrasi di Solsel dan Dharmasraya TA 2006 pada Disnakertrans Sumbar, 2 tersangka ditahan. Yakni; Fuadi dan Achyarman Dirut PT Pembangunan Sumbar. Sedangkan Erdi Latifa Direktur PT Riau Rancang Bangun ditahan di salah satu Polsek di Pekanbaru. Edi Warlis, tidak diketahui keberadaannya.(tos)


1 Response to “Jaksa Ngaku Capek, 3 Tersangka Korupsi Kabur “Didiamkan””


  1. 1 teddy
    Mei 25, 2008 pukul 2:44 pm

    Da tos, buronan korupsi Edi Warlis tu, ada hubungannya dengan dua KPK gadungan yang ditangkap Ditintelkam Polda Sumbar, sebelum kasusnya ditanggani kejaksaan mah. Wakatu di Polda, paja tu (Edi Warlis) sempat mencak-mencak dan sok panten ka kawan-kawan wartawan. Eh… ndak taunya, bulan berlalu, dua KPK gadungan di-Murao-kan, Edi Warlis berlayar lo…ha..ha..ha.. Maju taruih Da Tos…Ganyang koruptor, walau beking-nyo ebat-ebat…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: