04
Apr
08

PNS Dilarang Beli Migor Subsidi

Antre+minyak+gorengPADANG—Pegawai negeri sipil (PNS) dijajaran Pemko Padang dilarang membeli minyak goreng (migor) subsidi dari pemerintah. Kalau kedapatan, mereka bakal dikenai sanksi tegas.

” Ini merupakan kebijakan Walikota. Disamping antisipasi adanya PNS yang mengaku-ngaku miskin—demi dapat kupon pembelian migor subsidi, Sebab selaku PNS, mereka pastinya tidak termasuk dalam golongan warga kurang mampu. Semua demi tidak salah sasarannya pendistribusian ke warga yang berhak menerima,” ujar Kepala Disperindagtamben Ir Heryanto Rustam, Rabu (2/4/2008).

Menyoal lanjutan pendistribusian (tahap III dan IV), tambahnya, sudah mulai dilaksanakan Rabu ini (kemarin). Tim dari Disperindagtamben dibantu SK-4 kembali menggulirkan 33.000 liter migor subsidi ke seluruh kecamatan di Kota Padang. Dalam pembagian, jatah per kecamatan masih sama. Dimana, ke 11 kecamatan tadi masing-masing mendapat 1500 liter. Dilakukan dalam 2 tahapan (per tahapnya 750 liter).

Kupon Bayangan

Masih adanya keluhan warga miskin yang tidak dapat kupon, pemko Padang juga mengizinkan pihak lurah setempat memberikan kupon bayangan.” Kupon tadi cukup dengan kertas biasa yang dibubuhi tandatangan plus stempel kelurahan. Selanjutnya, dilaporkan ke pihak pendistribusian,” kata Heryanto.

Bagi yang tidak sempat mengambil migor di hari ditentukan, juga tidak perlu cemas. Sebab kupon pembagian masih tetap berlaku serta bisa ditukar pada pelaksanaan lanjutan. “Kalau ada yang merasa berat dengan harga pembelian Rp 15.000 per dua kilogram, warga penerima kupon pun dapat mengambilnya berdua dengan rekan. Dalam artian, 1 kupon 2 kilogram migor ditebus oleh 2 warga kurang mampu.” 
 
Heryanto menerangkan, pelaksanaan lanjutan operasi migor lanjutan ini, tak lepas dari kepedulian pemerintah terhadap para warganya yang kurang mampu. Terutama kegamangan mereka terhadap masih bertahannya harga migor non subsidi Rp 11.000 per kilogram.

Untuk Sumbar, total dana subsidi minyak goreng yang akan diberikan pemerintah pusat sebesar Rp 8 miliar. Untuk tahap awal, diperoleh Rp 1,4 miliar (560.000 liter migor subsidi). Jumlah tadilah yang siap didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Sumbar.   

” Intinya, warga tidak perlu cemas. Karena masih ada dana bantuan pusat yang siap digunakan untuk pembelian migor subsidi tahap lanjutan sebesar Rp 6,6 miliar,” ungkapnya.

Khusus Padang, di tahap awal sudah mendistribusikan sebanyak 33.000 liter. Jumlah sama segera digelontorkan dalam pelaksanaan tahap II. Total sepanjang pendistribusian, Padang mendapat jatah sebanyak 66.000 liter. (tos)


2 Responses to “PNS Dilarang Beli Migor Subsidi”


  1. April 6, 2008 pukul 1:54 pm

    Saya sudah baca news ini, cuma persoalannya gimana perangkat pemko padang itu mengawasi agar kupon tak beredar ke PNS? kedua mengapa diberi ke rakyat miskin cuma hitungannya liter bukan kiloan, ini ada apa. Saya berharap insting jurnalis anda, bisa ungkap hal tersbeut karena pengelola migor subsidi bisa untung besar aklau berat migor hanya 1 liter, tidak i klogram. terima kasih, selamat berjuang

  2. April 6, 2008 pukul 1:58 pm

    No negative coment, pokoknya luaaaar biassaaaaaaa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: