04
Apr
08

Manatap Akhirnya Meratap…..

Manatap Ambarita baju biru digiring petugas kejaksaan usai diperiksa diruang penyidik di Kejati Sumbar Jumat 4 April 2008 pukul 14 35 WIB.jpg“Saya hanya berusaha membela klien saya. Tapi kenapa saya ditangkap dan ditahan jaksa ?”

Kalimat lirih tersebut terdengar sayup-sayup dari mulut lelaki paruh baya itu kala digiring penyidik kejaksaan tinggi Sumbar ke mobil tahanan, Jumat (4/4/2008) pukul 14.35 WIB. Manatap Ambarita SH—pengacara dari tersangka Afnel Ambarita—terlihat meneteskan air mata. Ia menangis.

Lelaki paruh baya yang pada malam Kamis (3/4/2008) pukul 23.30 WIB terlihat tegar, ternyata pagi harinya tampak cengeng. “Seluruh tuduhan yang diberikan penyidik, jelas tidak benar. Selaku pengacara, pastinya membela klien. Yanng jelas, saya tidak menerima penahanan ini,” ratapnya di hadapan sejumlah kamera wartawan, siang itu.

Keputusan penyidik untuk menaikkan statusnya menjadi tersangka di pukul 09.00 WIB, jelas punya bukti kuat. Salah satunya, keterangan si sopir bernama Son—yang menemaninya semenjak Kamis pagi.

Son, warga Dadok Tunggul Hitam membenarkan ia adalah sopir dari mobil Toyota Avansa Hitam BA 2342 TO. Di hadapan penyidik, lelaki berkulit hitam manis ini menuturkan kalau dirinya sudah menemani Afnel dan Manatap semenjak Rabu (2/4/2008) sore—mobil disewa Rp 300 ribu per hari oleh Afnel.

“Saya hanya sopir. Kemanapun disuruh pasti akan mengikuti. Dan jujur, tidak menyangka bisa dimintai keterangan seperti sekarang,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/4/2008) pukul 03.00 WIB di Kejati Sumbar usai dimintai keterangan penyidik.

Kamis (3/4/2008) pagi, tutur Son, saat mengantar Manatap ke Kejati Sumbar, Afnel justru ada di atas mobil. Sebelum turun, keduanya sempat bercakap-cakap dulu. “Saya tidak mengerti apa yang dikatakan mereka. Soalnya, ke duanya bicara dengan dialek utara,” kata Son.

Setelah Manatap turun, Afnel menyuruh melanjutkan perjalanan putar-putar Kota Padang. Setengah jam kemudian, ponsel Afnel berdering. Usai menjawab, Son diminta berbalik ke arah kejaksaan untuk menjemput Manatap.

Son juga mengatakan, semenjak siang hingga malam dirinya cuma dimintai membawa Afnel dan Manatap keliling-keliling seputaran Kota Padang. “Paling lama berhenti di taplau. Persisnya, di bundaran depan Restoran Nelayan. Di sana, saya cuma duduk-duduk saja. Sedang, Afnel dan Manatap terlibat pembicaraan serius,” terangnya.

Pukul 23.25 WIB, Manatap minta diantar ke penginapannnya. Anehnya, pukul 23.30 WIB, Afnel kembali menerima telpon. “Ia terlihat panik kala itu. Rencana pulang awal pun batal. Alhasil, saya dimintai kembali menuju ke Kejati Sumbar di pukul 00.30 WIB,” tutur Son.

Terlepas benar atau salah, yang pasti penyidik justru lebih mempercayai keterangan si sopir bernama Son tadi. Alhasil, Manatap yang pada pukul 03.30 WIB masih belum jelas statusnya, dijadikan tersangka dipukul 09.00 WIB.

Mengetahui hal tadi, wajahnya sontak kuyu. Bermodal surat penahanan di tangan, langkahnya terlihat terseok menuju pintu keluar ruang pemeriksaan penyidik. Manatap yang semalamnya masih tegar, terlihat hanya bisa meratapi nasibnya. Dan menyusul kliennya ke lapas Muaro Padang—sebagai tahanan titipan jaksa.(tos)


0 Responses to “Manatap Akhirnya Meratap…..”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: