22
Mar
08

Giliran Rinaldi Ditahan Kejari Tua Pejat

Handcuffed_to_MoneyPADANG-Satu lagi tersangka dugaan penyelewengan dana APBD tahun 2005 proyek perawatan jalan dan jembatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai ditahan penyidik Kejari Tua Pejat, Selasa (18/3/2008). Rinaldi, bendaharawan pemegang kas dalam proyek tadi digiring ke mobil tahanan pukul 15.00 WIB.

Sekitar pukul 09.00 WIB Rinaldi terlihat memasuki kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar Jalan Raden Saleh Padang—pemeriksaannya dialihkan dari Kejari Tua Pejat ke Kejati Sumbar. Sesuai surat pemanggilan dilayangkan, ia dipanggil dalam kapasitas tersangka (ditetapkan pada Kamis 13 Maret 2008).

Selanjutnya, ia disambut tiga jaksa penyidik; Budi Sastera SH dan Yarnes SH di ruangan Asisten Pidana Khusus. Ia dicecar sejumlah pertanyaan hingga pukul 14.30 WIB. Setengah jam kemudian, ia pun digiring ke mobil tahanan yang standbye halaman parkir Kejati Sumbar. Dan, menyusul rekan senasibnya Ali Arifin, Asisten I Sekdakab Kepulauan Mentawai yang sudah duluan meringkuk di Lapas Muaro Padang .

Shock

Rinaldi terlihat shock saat digiring ke mobil tahanan. Sambil menutup wajahnya, langkahnya terlihat berat. Lelaki paruh baya berkacamata minus ini, juga tak mau mengomentari pertanyaan dilontarkan wartawan perihal penahanan dirinya. ” Jangan lagi tanya-tanya. Saya sudah pusing. Otak saya sedang kusut,” ujarnya lirih.

Sesaat sebelum naik mobil, matanya juga terlihat berkaca-kaca. Seolah tak mampu menahan gejolak emosi yang tidak terucapkan. Hal sama juga terlihat dilakukan penasehat hukumnya Heriwati Samponi SH. ” Maaf, saat ini saya tidak mau berkomentar dulu. Permisi,”katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Tua Pejat Undang Mugopal SH MH menyebut penahanan ini sudah sesuai prosedur. Alasannnya, pihak penyidik takut kalau-kalau tersangka kabur, menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi lain yang bakal dipanggil. ” Semua demi penyempurnaan penyidikan.”

Ditambahkan Undang, dalam beberapa kali pemeriksaan, penyidik menemukan sejumlah bukti kuat keterlibatan Rinaldi dalam dugaan penyelewengan proyek tersebut.

Dugaan penyewengan dana diperkirakan mencapai Rp 741.044.216. Dari pagu anggaran Rp 2.505.800.000. Berasal dari dana DAK Non DR tahun 2005 (tercantum dalam APBD). Dana tersebut merupakan sisa anggaran tahun 2005 pada dinas Kimpraswil Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Indikasinya, tersangka memindahkan pos anggaran tadi ke rekening lain. Kemudian, digunakan untuk kegiatan lain. ” Guna memastikan angka kerugian negaranya, penyidik masih menunggu hasil audit BPKP,” kata Undang.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya, Roger SE (Plh Kasubag Perbendaharaan tahun 2005), Desti Simanora SE (Kasubag Anggaran), pimpinan cabang Bank Nagari Tua Pejat Ramlis SE, sejumlah Kepala Desa dan Kepala Dusun yang namanya tertera dalam SPJ (Surat Pertanggungjawaban Proyek) tahun 2005 proyek.

Menyoal kemungkinan bertambahnya tersangka, Undang tidak menampik. ” Kemungkinan tersangka baru bisa saja. Pastinya, tunggu saja hasil pemeriksaan lanjutannya dalam minggu-minggu besok,” pungkasnya.(tos)


0 Responses to “Giliran Rinaldi Ditahan Kejari Tua Pejat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: