13
Mar
08

Asisten 1 Setdakab Mentawai Ditahan

TangkapPADANG-Asisten I Sekdakab Kepulauan Mentawai, Ali Arifin ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (6/3/2008) pukul 14.10 WIB. Mantan Kadinas Kimpraswil ini ditengarai melakukan penyeleweangan dana APBD tahun 2005 dalam proyek perawatan jalan dan jembatan di kabupaten termuda provinsi Sumbar tersebut.

Sekitar pukul 09.00 WIB Ali Arifin terlihat memasuki kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar Jalan Raden Saleh Padang—pemeriksaannya dialihkan dari Kejari Tua Pejat ke Kejati Sumbar. Sesuai surat pemanggilan dilayangkan, kedatangan tadi dalam kapasitas tersangka.

Selanjutnya, ia disambut tiga jaksa penyidik; Budi Sastera SH, Yarnes SH dan Nofiandri SH di ruangan Asisten Pidana Khusus. Ia dicecar sejumlah pertanyaan hingga pukul 14.00 WIB. Sepuluh menit kemudian, ia pun digiring ke mobil tahanan kejaksaan yang standbye halaman parkir Kejati Sumbar. Dan dikirim ke Lapas Muaro Padang.

No Comment

Ali terlihat terus menutup wajahnya dengan buku agenda saat menuju mobil tahanan. Ia pun tidak mau berkomentar saat ditanyai perihal penahanan diberikan kepada dirinya. ” No Comment..No Comment…No Comment…,” ucapnya.

Hal sama juga terlihat dilakukan penasehat hukumnya Yeni Puspita SH. Yeni enggan mengomentari. ” Maaf, saat ini saya tidak mau berkomentar dulu. Permisi,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Tua Pejat Undang Mugopal SH MH, penahanan ini sudah sesuai prosedur. Alasannnya, pihak penyidik takut kalau-kalau tersangka kabur, menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi lain yang bakal dipanggil. ” Semua demi penyempurnaan penyidikan,” ujar Undang.

Ditambahkan Undang, kendati tersangka baru sekali diperiksa, penyidik menemukan sejumlah bukti kuat keterlibatannya melakukan penyelewengan dana proyek perawatan jalan dan jembatan dalam APBD 2005. Kala itu, dirinya (Ali Arifin) menjabat sebagai Kadinas Kimpraswil Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dugaan penyewengan dana diperkirakan mencapai Rp 1 miliar dari Rp 2 miliar pagu dana anggaran. ” Guna memastikan angka kerugian negaranya, pihak kejaksaan masih menunggu hasil audit dari pihak BPKP Sumbar,”kata Undang.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa tiga saksi dalam kasus ini. Diantaranya, Roger SE (Plh Kasubag Perbendaharaan tahun 2005). Ia diperiksa Jaksa Penyidik Budi Sastera SH dan Yarnes SH di Kejari Tua Pejat. Lalu, Desti Simanora SE (Kasubag Anggaran) diperiksa jaksa penyidik Nofiandri SH. Dan pimpinan cabang Bank Nagari Tua Pejat Ramlis SE. Dari sejumlah saksi tadi, dalam kasus ini baru Ali Arifin yang dikenakan penahanan.

Selanjutnya, bakal dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang Kepala Desa dan Kepala Dusun yang namanya tertera dalam SPJ (Surat Pertanggungjawaban Proyek) tahun 2005 tersebut. Menyoal kemungkinan adanya tersangka lainnya nanti, Undang pun tidak menampik. ” Kemungkinan tersangka lain jelas ada. Pastinya, tunggu saja hasil pemeriksaan lanjutannya dalam minggu-minggu besok,” tukasnya.

Tidak Ada Pengecualian

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Winerdy Darwis SH MH menegaskan, dalam kasus korupsi memang tidak ada kata pengecualian. ” Kalau memang dalam penyidikan diperoleh data kuat keterlibatannya, kita tidak bakal ragu melakukan tindakan tegas. Ujung-ujungnya jelas penahanan,” tandasnya.(tos)


0 Responses to “Asisten 1 Setdakab Mentawai Ditahan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: