05
Mar
08

Pemkab Pessel Diminta Serius Berantas DBD

NyamukPAINAN-Ditemukannya 52 kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di Pessel sejak Agustus 2007 hingga Januari 2008, jelas tidak bisa dipandang enteng. Kendati belum ada korban jiwa, 75% dari pasien terjangkit justru anak-anak. Pihak wakil rakyat setempat mulai gerah. Pemkab pun diminta supaya lebih fokus dalam bertindak. 
“Yang harus dilakukan Pemkab adalah secepatnya melakukan penanggulangan. Sarang-sarang nyamuk pada lokasi ditengarai endemis, mesti di-fogging (semprot),” kata Ketua DPRD Pessel Alirman Sory, Senin (4/2/2008).

Ditambahkan Alirman, keseriusan dalam pemberantasan jelas sangat penting. Apalagi dana untuk penanggulangan wabah penyakit sejenis, sudah dianggarkan dalam jumlah cukup lumayan oleh pemerintah pusat melalui APBN ke diknas kesehatan setempat. “Pihak dinkes harus lebih memaksimalkan program pemberantasan. Tim Jelantik yang telah dibentuknya pun, sedianya mesti kerja ekstra di lapangan. Sosialisasi dari mereka, justru diperlukan. Semua demi tidak berkembangnya sarang-sarang nyamuk di rumah warga,” harapnya.

Menyoal dana pemberantasan dan sosialisasi, kata Alirman, pihak Diskes bisa berkonsultasi dengan pihak DPRD. ” Kalau saja dana yang dibantu APBN masih kurang, kita akan bantu anggarkan lagi di APBD daerah. Yang penting, masyakarat tidak dicekam cemas. Wabah pun dapat dicegah dan tidak sampai menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB),” harapnya.  

Pessel termasuk daerah merah demam berdarah. Anggota Tim Kelompok Kerja (Pokja Khusus Pemberantasan DBD), H Syamsir BA-anggota Komisi IV DPRD Sumbar-, menyebut dari 5 Kabupaten/Kota dikategorikan Endemis (Posmetro Minggu 5 Agustus 2007), Pessel menempati urutan ke dua (setelah Kota Padang). Data Pokja Khusus pemberantasan DBD: bulan Agustus 2007 terjadi 16 kasus di Pessel. Kasus kian bertambah di bulan selanjutnya. Data pihak RSUD M Zein Painan melalui Kasi Pelayanan Drg Asrul, Oktober – Desember 2007 ditemui 22 warga dirawat—80 persen anak-anak (posmetropadang 18 Desember 2007). 

Pada 2008, Direktur RSUD M Zein Painan Dr Sy Hasmi HPS mengakui hingga 28 Januari, jumlah penderita kian meningkat. Sebanyak 14 pasien kembali tergolek dan dirawat di sal RSUD M Zein Painan. Kalau ditotal, jumlahnya mencapai 52 warga terserang DBD dalam kurun waktu 6 bulan (Agustus 2007 – Januari 2008). Dihitung dari rata-rata per bulan, berkisar 8 – 9 orang. (tos)


0 Responses to “Pemkab Pessel Diminta Serius Berantas DBD”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: