01
Feb
08

Produsen Kecap Ketar-ketir

PADANG-Kenaikan harga kedelai, sepertinya tidak cuma ‘menyesakkan’ para pengrajin tempe dan tahu. Dampak kenaikan ikut dirasakan pabrik dan industri rumah tangga yang memproduksi kecap di Padang, Sumbar. Mereka terlihat mulai ketar-ketir dan terpaksa menaikkan harga.

Kondisi itu diutarakan Yen (40), Sekretaris Perusahaan yang memproduksi Kecap Cap Burung, Kamis (31/1). Pabrik produsen kecap yang sudah cukup lama berdiri dikawasan Bypass tersebut, mulai merasakan dampak dari kenaikan bahan baku berupa kacang kedelai, mulai Desember 2007 lalu.

” Lonjakan harga terasa sangat memberatkan. Yang biasanya dibeli Rp 6500 per kilogram, sekarang justru naik menjadi Rp 6800 per kilogram. Atau rata-rata kenaikan berkisar Rp 300 per kilogram. Namun, harga tadi sepertinya belum stabil. Berkemungkinan bisa naik lagi dikemudian hari,” ujarnya.

Dijelaskan Yen, selaku sebuah pabrik kecap, perusahaannya jelas butuh kedelai dalam pasokan besar. Dalam sebulan, sedikitnya membutuhkan 1 – 2 ton kedelai. Untuk menyiasati kenaikan kedelai, perusahaan terpaksa menaikkan harga.

” Harga jual kecap dari berbagai jenisnya dinaikkan sekitar Rp 2000 (dalam hitungan lusin). Harga terhitung Januari 2006; Kecap manis besar dari Rp 66.000 naik menjadi Rp 68.000 per lusin. Kecap asin besar Rp 46.000 menjadi Rp 48.000. Kecap manis meja Rp 58.000 naik Rp 60.000. Kecap belekok bungkus Rp 58.000 menjadi 60.000. Kecap burung Rp 48.000 naik Rp 50.000. Kecap miso Rp 44.000 menjadi Rp 46.000. Kecap miso bungkus Rp 36.000 naik Rp 38.000 dan kecap miso bungkus 2 Rp 32.000 menjadi Rp 34.000,” jelasnya.

Sedang untuk produksinya, akunya masih tetap stabil. Yakni, berkisar 50 lusin produksi kecap (terdiri dari botol/bungkus) per harinya. Dalam pendistribusin, perusahaan ini juga baru bisa melebarkan pendistribusian di seputar Sumbar. ” Rencananya ada untuk menembus pasaran luar provinsi. Tapi rasanya sulit terujud, jika harga bahan baku belum stabil seperti sekarang ini,” katanya.

Hal senada dikemukakan, Agus (40) pekerja di industri rumah tangga yang memproduksi Kecap Sedep Roso. Harga jual kecap kemasan plastik yang diproduksi di Palinggam Padang Selatan ini, terpaksa ikut naik. ” Naiknya cuma Rp 1000 dari biasanya. Kecap kemasan plastik dari harga Rp 30.000 menjadi Rp 31.000 per lusin. Kecap kemasan karton dari Rp 31.000 menjadi Rp 32.000,” ujarnya.

Menurutnya, untuk pembuatan kecap penggunaan kacang kedelai hitam memang tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 10 persen saja. Selebihnya bahan baku dipakai yakni tepung dan gula pasir. Akan tetapi, dia mengaku tetap saja kenaikan harga kedelai mempengaruhi produksi. ” Apalagi bahan lain ikut-ikutan naik. Bahkan lebih tinggi lagi, seperti plastik,” papar Agus yang mengaku bekerja dibantu 10 pekerja lain (masih ikatan saudara) di industri rumah tangga yang telah memproduksi kecap semenjak tahun 1997 tersebut.

Segera Carikan Solusi

Kenaikan harga kedelai jelas berdampak langsung kepada para pelaku usaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku. Persoalan ini, jangan sampai dibiarkan berlarut. Hendaknya, pemerintah harus segera mencarikan solusi.

” Jalan keluar dari persoalan ini harus segera dipikirkan pemerintah. Sebab, kalau dibiarkan, para pelaku usaha bisa merugi. Bahkan, mungkin gulung tikar akibat mahalnya bahan baku,” ujar Erison AW, Koodinator Bidang Pengaduan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Padang Consumen Crisis (LPKSM-PCC), Kamis (31/1).

Apalagi, tambah Erison, khusus pelaku usaha sejenis industri kecil dan rumah tangga. Usaha yang meski dibangun dengan modal pas-pas an, tapi justru sangat membantu serta memberikan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja.

” Nah, kalau sampai bangkrut dan gulung tikar. Bukan tidak mungkin pengangguran bertambah lagi. Lapangan usaha yang diharapkan tumbuh sendiri (UKM/Home Industri) , kian enggan berdiri. Yang rugi adalah pemerintah. Sebab, tiap tahun jumlah pencari kerja kian bertambah,” kata Erison.(tos)


2 Responses to “Produsen Kecap Ketar-ketir”


  1. 1 erison a.w.
    Maret 11, 2008 pukul 2:24 pm

    Beritanya mantap, dan tampilannya lebih bagus dari koran. Maju terus pantang mundur.

  2. 2 erison a.w.
    Maret 11, 2008 pukul 2:26 pm

    beritanya bagus dan lebih bagus lagi dari tampilan di koran. maju pantang mundur.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: