02
Jan
08

Padi dan Jagung, Duo Unggulan Pertanian Pessel

PAINAN– Dari sekian komuniti pertanian yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan, padi dan jagung masih saja dijadikan primadona. Secara tak langsung, keduanya ditakbiskan sebagai duo sektor unggulan. Kalimat tersebut jelas tidak sekadar cuap dan slogan. Buktinya, ditahun ini, pemerintah Pessel terlihat kian gencar memfokuskan pembangunan ke Padi dan jagung.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pesisir Selatan, Ir Afrizon Nazar mengungkapkan, untuk sektor pertanian, ranah pasisie memiliki puluhan sektor potensial. ” Semua tinggal keseriusan penggarapan dan dukungan modal (investor),” ujarnya kemarin.

Padi misalnya. Semenjak dulu, daerah ini telah terkenal sebagai salah satu lumbung beras organik di Propinsi Sumatera Barat. Usaha padi sawah terbilang sukses. Dari tahun ke tahun surplus panen meningkat. ” Jadi tak heran, jika beberapa kali Kabupaten Pesisir Selatan berhasil menerima penghargaan program Ketahanan Pangan Nasional,” kata Afrizon.

Kendati sedikian, tambahnya, Kabupaten Pesisir Selatan tidak hanya puas dengan peningkatan jumlah panen tadi. Tetapi juga giat berusaha untuk peningkatan kualitas hasil panen. Berbagai sistem pertanian dan pengolahan sawah pun diterapkan. Salah satunya; sistem pertanian organik. Penggunaan pupuk kimia mulai dikurangi, beralih ke penggunaan kompos. Dimana memanfaatkan jerami sebagai bahan bakunya.

Produktifkan Lahan Tidur

Pengembangan lahan tidur menjadi lahan produktif, dijadikan sebuah skala prioritas. Sebab, ketersediaan lahan cukup luas hendaknya harus lebih ditangani serius. Dengan tujuan, hasilnya nanti dapat diyakini dapat memacu pembangunan daerah.

Selain itu, pemkab Pessel juga sudah meletakkan sektor pertanian dalam skala prioritas pembangunan pada lima tahun ke depannya. Salah satu langkah yang diambil adalah memanfaatkan lahan – lahan tidur. Langkah yang diambil; mencarikan jenis tanaman yang dinilai cocok. Dan lahan tadipun bisa kembali menjadi lahan produksi.

Namun demikian, upaya memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur tersebut tentunya butuh dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) handal. Terutama yang menguasai teknologi pertanian modern. ” Disini, lahan – lahan tidur yang ada kebanyakan berupa lahan gambut dan rawa-rawa. Kalau ini bisa digarap dengan optimal, tidak tertutup kemungkinan bakal menghidupkan ekonomi para petani setempat,” kata Afrizon.

Untuk Padi, varietas yang ada di Pessel adalah Batang Lembang, Batang Painan, Sokan dan IR 42. Dengan panen sekitar 4,5 ton/ha. ” Tahun ini, Pemkab juga tengah mencetak sawah (membuka lahan baru) seluas 135 ha. Berada di daerah Sei Kuyuang (100 ha) dan Ampang Tulak 35 ha,” terangnya.

Sementara untuk jagung, mantan Kadinas Peternakan Pessel ini menjelaskan, sesuai dengan program pengaktifkan kembali sejumlah lahan – lahan yang kurang tergarap (tidur), jagung pun diprioritaskan menjadi tanaman yang cocok disini. Tahun 2007, para petani pengolah lahan di Pesisir Selatan pun digairahkan dengan pemberikan bantuan benih jagung bantuan Depertemen Pertanian RI. Bantuan tersebut melalui program peningkatan ketahanan pangan.

Bantuan benih diserahkan langsung kepada petani. Dengan harapan, para petani bisa mengoptimalkan pemakaian lahan tidur mereka kembali. Bantuan lainnya, ikut diberikan. Seperti pemberian pinjaman kredit lunak atau Kredit Penguatan Ekonomi Rakyat (KPER) kepada petani yang tergabung dalam koperasi – koperasi. Bimbingan dan penyuluhan kepada petani, juga tak lupa ditingkatkan.

Data tahun 2006 lalu, sedikitnya 1.000 hektar lahan terlantar tersebar di kecamatan Linggo Sari Baganti, Lunang Silaut, Ranah Pesisir, Pancungsoal, Basa Ampek Balai Tapan dan Sutera. Lahan inilah yang telah dicoba di produktifkan kembali dengan menanam jagung dan palawija lainnya (data 2007 masih dalam tahap perampungan).

Departemen Pertanian RI (tahun 2006), juga memprogramkan pengembangan agribisnis jagung di Pessel seluas 1.000 ha. Bantuan yang diberikan berupa subsidi benih jagung hibrida senilai Rp 20 ribu/kg. Ditambah subsidi Pemkab Pessel dalam APBD 2006 senilai Rp 2.250/kg.

Hasil panen jagung, setidaknya mencapai 6 – 8 ton/ha (per 120 hari). Dengan varietas hibrida jenis pioner c7 dan P12. ” Tahun ini, juga telah dibuka lahan baru seluas 1500 ha. Paling luas berada di Kecamatan Lunang Silaut. Hingga Agustus kemarin, setidaknya sudah mencapai realisasi 60 persen,” pungkas Afrizon.(tos)


1 Response to “Padi dan Jagung, Duo Unggulan Pertanian Pessel”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: