29
Des
07

Jepang Ditipu Australia

PADANG-Seorang pelaku bisnis melaporkan rekan bisnisnya ke polisi. Menariknya, ke dua pelaku justru berkebangsaan asing berdomisili di Kota Padang, Sumbar.  Takanori Miura (37), WNA berkebangsaan Jepang beralamat di Kampuang Teleng Batang Arau Padang Selatan Kota Padang melaporkan Chris Andrew Scurrah (34), WNA berkebangsaan Australia beralamat di Batang Arau ke Poltabes Padang, Selasa (11/12/2007).

Dalam laporan polisi bernopol: LP/2409/K/XII/2007-Tabes diterima Ka SPK Shif C melalui Bripda Ridho Ari Dharma, Takanori melaporkan tindakan penipuan jo penggelapan yang dialaminya. Akibat perbuatan tersebut, korban merugi USD 47.000 atau sekitar Rp 500 juta.

Kepada penyidik kepolisian di Mapoltabes Padang, Takanori Miura yang didampingi penasehat hukumnya Wilson Saputra SH, Fauzan Zakir SH, Didi Cahyadi Ningrat SH dan Guswandi menuturkan, kejadian berawal pada tahun 2005. Dimana seorang teman bernama Akinori Fujita (berkebangsaan Jepang) mengatakan kalau di Indonesia ada sebuah perusahaan Wisata Bahari dikepalai terlapor Chris (pemilik hotel di kawasan Muaro Padang).

Pada waktu itu, Akinori juga mengatakan kalau terlapor mempunyai 3 kapal. Akinori menawarkan korban untuk memilih salah satu kapal untuk diinves (ditanamkan modal) dengan iming-iming imbalan “fee” keuntungan yang cukup menggiurkan. Pada bulan November 2005, korban datang ke Indonesia dan menemui Akinori dan Chris. Ketiga kapal yang dijanjikan bakal diinves (ditanamkan modal) tersebut, ditunjukkan ke korban.

Dari tiga yang ditawarkan, korban akhirnya memilih 2 kapal; Kapal Afika dan Budiyadari. Usai memilih (survei) tadi, korban kembali ke Jepang. Tanggal 11 Januari 2006, korban mentransfer (mengirim) uang tunai Rp USD 47.000 ke rekening terlapor Chris di City Bank Singapore melalui Bank Nagoya Jepang.

Tak lama kemudian, terlapor tiba-tiba meminta korban datang ke Indonesia. Ia mengabarkan kalau kapal yang diinvesnya tadi, hilang. Dan ia meminta supaya saham dipindahkan (dipenuhkan) ke kapal Budiyadari. Tanggal 27 Februari 2006, korban datang ke Indonesia. Tanpa curiga, permintaan terlapor dilakukan.

Naifnya, saat dicek ke lapangan kapal Budiyadari ternyata bukan milik terlapor. Kapal tadi milik seseorang bernama Andi. Kesal, korban menemui terlapor untuk minta kembali uangnya. Malang, upaya tadi selalu kandas. Terlapor selalu mengulur waktu dan menebar janji palsu. Tak terima diperlakukan seperti itu (dipermainkan), korban melapor ke Poltabes Padang.(tos)


0 Responses to “Jepang Ditipu Australia”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: