24
Nov
07

Petaka di awal Lebaran

Anggur merah yang selalu memabukkan / dianggap belum seberapa / dahsyatnya / bila dibandingkan dengan senyuman mu / membuat diri ku tak berdaya…Yhhiee..Haa….Lanjuttt…..Tangan di atas….Mainkan Musiknya, jangan sampai berhenti bosss…

Lantunan mudik dangdut yang dibawakan Bidin Khan, terlihat terdengar nyaring. Sejumlah pemuda pun bergoyang dengan mata merem tak ubahnya orang mengantuk. Mereka terlihat terbuai irama. Sehingga lupa, kalau hari itu merupakan hari lebaran. Yang harusnya dirasakan dengan silaturahmi dan bermaafan dengan para saudara, family dan kerabat dekat.Naif, makna tadi justru di selewengkan segelintir dari mereka (pemuda). Hari nan fitri tadi, justru merayakannya dengan pesta minuman keras. Tragedi yang tidak diharapkan pun terjadi. Saking banyaknya menenggak, mereka semaput. Ada yang sakit, pingsan, bahkan ada yang merenggang nyawa. Tewas akibat meminum minuman keras oplosan.Tragis memang. Kejadian ini pun menyentakkan setiap orang yang mendengar. Dimana, entah apa itu namanya, mereka (segelintir oknum pemuda di Ujuang Gading) telah menjadikan lebaran sebagai ajang pesta miras. Nyaris disetiap sesudut daerah, banyak pemuda nongkrong dan berkerumun. Lagak dan gayanya hampir sama. Botol miras ditangan kanan, rokok ditangan kiri. Mata merah, berdiri sempoyongan. Suara keras pun siap menghardik setiap warga yang lewat di lokasi. Terutama yang menatap penuh curiga kepada aktifitas mereka. “ Hoi, apa liat-liat. Mau gabung lho…Kalau gak, pergi sana!”

Tanpa disadari, perlakuan tadi justru membahayakan dirinya. Selang beberapa hari usai pesta tersebut, petaka pun datang. Miras oplosan yang dicampur asal jadi (kabarnya ada campuran yang mengandung metanol) mulai bereaksi. Cukup fatal, satu persatu dari mereka tumbang. Ada yang sakit perut, ada yang pingsan. Mereka pun dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Malang, beberapa diantara mereka tak terselamatkan. Miras yang diteguknya tadi pun menjadi minuman terakhir yang ditenggaknya di awal lebaran. 1 orang pria tak dikenal bersama 5 orang pemuda Ujung Gading, tewas dalam tenggat waktu yang nyaris sama. Tak cuma itu, beberapa pemuda lain (yang ditengarai ikut pesta miras) didapati kritis dan dirawat. Mereka KERACUNAN miras oplosan !

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Mahavira Zein menyebut, kejadian itu diketahui setelah seorang pemuda tewas pada Jumat (13/10/2007). Ia bernama Een (30) warga Jorong Pasa Lamo Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat. Tak lama, berturut-turut adanya pemuda lainnya yang dilaporkan sekarat dan ikut meninggal. Jumlahnya kian hari bertambah. Data terakhir diperoleh, sudah 8 orang tewas. Sedang yang ditengarai keracunan, mencapai ratusan pemuda di sana.

Pada Selasa (16/10), pemuda bernama Adi Dumbuang, kembali tewas. Di susul Niki (18), Ruski (21), Ikhwan Daulay (30), kemudian seorang pria tanpa identitas yang masih belum diketahui identitasnya. Sementara, korban lainnya yang ditemukan sekarat masih dirawat di RSUD Jambak.

Mereka adalah Lokot (26) seorang wiraswastawan warga Pasar Lama Ujung Gading, Mulkan (26) yang juga wiraswastawan warga Jalan Bali Ujung Gading, Genta Yuhanda (25) juga wiraswastawan warga Jalan Sunda Ujung Gading, Diki Elnanda (20) seorang pengangguran warga Jalan Flores Ujung gading dan Riswandi (28).

Dugaan jenis miras yang mereka komsumsi adalah campuran beberapa miras. Seperti, Mansion House yang dicampur Sprite dan ada kemungkinan juga dicampur dengan Tuak. Untuk itu, pihaknya telah mengumpul keterangan dari saksi-saki dan memeriksakan contoh barang bukti (BB) ke Balai POM Padang. Sementara untuk visum et revertum para korban yang tewas sudah dimintakan kepada pihak rumah sakit.

“Kejadian Senin (15/10) sangat tidak diduga sama sekali, karena H-8 sebelum lebaran, kami dari jajaran Polres Pasaman Barat sudah melakukan razia miras. Hasil razia itu, sekitar 2000 botol miras dan 500 liter tuak sudah dimusnahkan,” ungkap Kapolres. Diduga kuat, mereka tewas akibat mabuk sejak berpesta miras berkelanjutan (satu sampai dua hari). Mulai, 13 – 15 Oktober 2007.

Warga mulai dicekam rasa takut

Mendapati banyaknya pemuda yang ikut pesta mabuk-mabukan dirawat di rumah sakit, ratusan warga lainnya— yang anaknya juga ikut pesta miras—mulai dihantui rasa takut.Satu persatu dari mereka, tumbang dan jatuh sakit. Wali Nagari Ujung Gading, Drs Ahmad Tamrin yang dihubungi Telusur menyebut, dari beberapa orang warga diperoleh keterangan kalau pesta tadi dimulai pada Jumat (13/10). Persisnya, usai umat muslim menunaikan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Beberapa warung terdekat ditengarai menjual miras pun, mulai didatangi.

Seperti Een (30) warga Pasa Lamo tersebut bersama teman-temannya pergi minum minuman keras ke warung Tawon di Pasa Lamo itu. Setelah ia mabuk dan tergeletak tak berdaya di warung tersebut. Ia diantar teman-temannya ke rumahnya. Akhirnya, tidak beberapa lama sampai di rumahnya, keluarganya memberitahukan kalau si Een, meninggal dunia.
“Hingga kini, setidaknya warga di Lima Jorong; Jorong Pasa Lamo, Koto Sawah, Koto Pinang, Kuamang, dan Jorong Tampus di Kenagarian Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat dihantui kecemasan,” ucap Ahmad Tamrin.

Ahmad Tamrin menerangkan, daerah Ujung Gading termasuk salah satu daerah yang banyak beredar minuman keras. Sejumlah anak mudanya pun terlihat sudah terbiasa menenggak “air api” tersebut. “ Selaku Wali Nagari, sejumlah warung tempat menjualnya pun sudah dilaporkan ke polisi. Terutama yang berada di daerah Pasa Lamo, Siahaan di Jorong Koto Sawah, Tandak di Jorong Koto Pinang, Sulis di Jorong Kuaman, Agus di Jorong Tampus dan Lijar di Jorong Pasa Lamo di Belakang BRI.

Mahavira Zein menambahkan, pihaknya juga sudah menindak lanjuti laporan tersebut. Barang bukti (contoh miras) juga sudah dikirim untuk diperiksa ke Balai POM Padang. Anehnya, selang beberapa jam usai Kapolres setempat berkomentar, pihak BPOM malah membantah perihal telah dikirimnya sample, ke BPOM oleh pihak kepolisian.

Herannya, “Sampai saat ini kami belum menerima kiriman sampel itu. Kalau sudah terima pastinya langsung kita periksa,” kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM, Dra Maryorie Apt pada Kamis (18/10/2007).

Belum adanya sampel itu menyebabkan sulitnya mengetahui penyebab pasti zat yang merenggut nyawa mereka. Meskipun secara kasat mata dan data, ke tujuh pria malang itu tewas seusai menenggak minuman keras merk Mansion yang dicampur dengan tuak.

Maryorie menduga, tewasnya tujuh pemabuk itu disebabkan adanya kandungan Metanol dan Etanol dalam minuman yang ditenggak. Tapi belum bisa dipastikan, karena perlu dilakukan uji laboratorium terhadap barang bukti.

Minuman keras pastinya memiliki kandungan alkohol sebagai kandungan utama, selain air. Alkohol saja atau yang dikenal juga sebagai Etanol, merupakan jenis alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang tidak beracun menjadikan bahan kimia ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan minuman.

Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. “Setiap minuman keras memiliki kandungan Etanol yang berbeda disetiap jenis dan merknya. Ada yang 3 %, 5 % bahkan lebih. Namun bisa jadi juga ada Metanol didalamnya. Walau sedikit, tapi memiliki efek mematikan. karena jenis ini adalah racun,” lanjutnya.

Berbeda dengan Etanol, kelompok alkohol lainnya yaitu Metanol. Merupakan zat yang berbahaya. Bahan kimia ini banyak digunakan sebagai bahan pembuat bahan kimia lainnya. Sekitar 40% metanol diubah menjadi formaldehyde (bahan dasar formalin), dan dari sana menjadi berbagai macam produk seperti plastik, plywood, cat, peledak, dan tekstil. Pada suhu biasa, Metanol berbentuk cairan yang mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas. “Jangankan untuk diminum, kena mata saja bisa mengakibatkan kebutaan permanen,” tandas Maryorie.

Berangsur Sembuh

Pasien yang dirawat di RSUD Jambak dan Puskesmas Ujung Gading mulai membaik. Dari 9 orang yang dirawat di ruang bedah kini semuanya sudah pulang karena kondisinya sudah membaik. Sedangkan di ruang interne tinggal satu orang lagi. Ia bernama Martaon, mengaku sebagai penjual miras.Pasien baru yang masuk ke RSUD Jambak dengan keluhan sakit akibat meneggak minuman pun sudah tidak ada.

Tapi, dua pasien yang sudah pulang mengalami kerusakan pada mata. Parahnya, mendekati kebutaan. Diantaranya; Iswandi (28) yang keluar dari RSUD sekitar pukul 15.00 Wib Jum’at (19/10/2007) kemarin dan Azwan Kamis (18/10/2007) lalu. Petugas medis setempat mengatakan keluarga Iswandi minta pulang untuk melakukan kontrol terhadap mata Iswandi ke Padang . Kemungkinan, minuman tersebut telah menyerang dan merusak jaringan optik pasien. Namun belum ada peryataan resmi dari pihak rumah sakit.

Pimpinan Puskesmas Ujung Gading, Muhar Nasution mengatakan paginya memang sempat banyak pasien yang datang untuk memeriksakan diri tapi tidak ada yang dalam kondisi kritis. Sedangkan pasien rawat inap tinggal 3 orang lagi dan sorenya direncanakan akan dipulangkan karena kondisnya sudah membaik. Namun, pihak puskesmas tetap meminta jika ada kejanggalan yang dirasakan pasien segera mendatangi puskesmas untuk pengobatan.

Rencana Bikin PERNA

Upaya membangun kesepahaman dalam pemberantasan minuman keras di Nagari Ujung Gading, unsur masyarakat baik Wali Nagari, Wali Jorong, Ninik Mamak, Alim Ulama, Pemangku Adat, tokoh pemuda bersama pihak kepolisian, berkumpul. Mereka merembukkan langkah-langkah jalan keluarnya. Sayangnya, kesepakatan tidak terjadi kala itu.

Kondisi memanas. Karena dalam pertemuan di Gedung Pertemuan Nagari Ujung Gading sejak Pukul 14.00 – 18.00 WIB, masyarakat mendesak supaya dilakukan penahanan terhadap pengedar. Konon, permintaan itu tidak bisa dikabulkan pihak kepolisian.
“Untuk penangkapan si penjual, kita memang tidak bisa lakukan. Semua butuh bukti lengkap dulu. Sebelum terbukti adanya unsur pidananya. Kecuali, jika korban tewas akibat adanya campuran racun di dalam miras. Apalagi, para dokter yang memeriksa dan merawat menyebutkan korban tewas akibat kelebihan minum alias over dosis,” kata Mahavira Zein.

Dan lagi, tambahnya, campuran dari miras tadi—dari keterangan beberapa saksi diperiksa—diracik sendiri. Salah satu langkah, menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM.
Sikap inilah yang disesali warga. Seperti disebutkan Ahmad Tamrin selaku Wali Nagari Ujung Gading. Ia mengaku kecewa dengan sikap pihak kepolisian. Kenapa sudah ada korban, si penjual tidak juga ditangkap. Lagi pula, rata-rata mereka tidak mempunyai izin untuk menjual alias illegal.

“Mestinya ditangkap dulu. Soal proses hukumnya persoalan belakangan. Kalau cuma sekadar menyita dan memusnkahkan barang, efek jeranya kecil . Mereka akan terus menjual dan kejadian sama bakal terulang,” kesalnya.

Ahmad Tamrin menuturkan, para tokoh masyarakat sudah menyepakati untuk membuatkan peraturan nagari untuk minuman keras ini. Dimana bakal dimasukkan dalam ajuan peraturan nagari. Sesuai kesepakatan, wacana ini bakal dilakukan dalam waktu dekat. “ Semua guna menangkal penggunaan dan distribusi bebas miras di Nagari Ujung Gading,” katanya.

Sebuah tekad yang patut diacungkan jempol. Tapi yang paling utama diharapkan—para keluarga korban—apakah benar miras tadi beracun? Atau para anak-anak mereka cuma over dosis. Inilah yang mesti segera diterangkan pihak terkait. Semua demi kejelasan serta petaka tidak lagi menyertai Lebaran tahun depan di Pasaman Barat. Semoga.(*)


0 Responses to “Petaka di awal Lebaran”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: