24
Nov
07

Jangan Panik Saat Mudik

Ondeh…..besuak lah rayo lo. Baa caro pulang ko. Kalau dipakai oto, jalan macet, kalau dipakai onda, si dedek samo apo lo pulang. Rumah tingga, lai indak ka masuak maliang ko? Uhhh….. Ungkapan ini sepertinya pernah dilontarkan para pemudik. Terutama pemudik dari daerah Sumbar.

Mereka panik dan ragu bagaimana cara aman untuk pulang ke kampung halaman. Faktor yang mempengaruhi masih sama seperti tahun lalu. Yakni: jalanan kerap macet, ragu meninggalkan rumah dalam kondisi kosong, keamanan di jalanan dan kelayakan kendaraan mudik.Kendala-kendala itu menjadi rutinitas yang selalu dinikmati para pemudik setiap akan pulang. Tidak jarang faktor tersebut dijadikan pertimbangan untuk menunda kepulangan atau lebih ekstrimnya, memutuskan untuk tidak pulang sekalian. Padahal kerinduan pada kampung dan keluarga sudah tidak tertahan.Tapi anda jangan keburu panik dulu. Karena beberapa hari menjelang hari H lebaran, pemerintah lewat dinas-dinas terkait dan dibantu aparat kepolisian telah mengantisipasi masalah-masalah yang kemungkinan akan muncul. Perbaikan jalur-jalur mudik, pengamana jalan sampai pada kelayakan angkutan lebaran, telah dilakukan. Termasuk memantau arus lalu lintas.Untuk kelayakan kendaraan mudik misalnya. Sejak jauh-jauh hari terhitung H-7 sampai H+7, Dinas Perhubungan Kota Padang telah menguji kelaikan jalan armada mudik Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Angkutan Kota Dalam propinsi (AKPD). Uji secara menyuluruh telah dilakukan sejak kemarin di Terminal Regional Bingkuang (TRB).

Kendaraan yang layak jalan dibekali dengan stiker resmi, sedangkan yang tidak memiliki stiker, artinya tidak lolos uji. Dan tidak boleh dinaiki. Masyarakat yang akan menggunakan kendaraan umum, diminta untuk memperhatikan tanda itu.

Demikian juga untuk pengamanan jalur transportasi. Polda Sumbar telah mengerahkan sedikitnya 4 ribu personil yang ada. Mereka disebar di titik-titik yang menjadi langganan kerawanan, seperti macet, kecelakaan dan tindak kriminal. Selain personil kemanan, polda juga menyiapkan Sniper (penembak jitu), untuk mengantisipasi aksi perampokan terhadap pemudik. Semua personil disebar di 71 buah titik rawan di Sumbar. Dua titik paling diawasi adalah jalur lintas Sumatera Padang-Bukittinggi, Padang-Solok. Lokasi ini merupakan daerah rawan kejahatan.

Diakui beberapa jalan-jalan yang dilewati arus mudik juga rawan longsor. Namun upaya khusus disiapkan Dinas Prasarana Jalan dan Jembatan Sumbar. Beberapa unit alat berat di stand by kan dilokasi-lokasi itu. Tujuannya hanya satu untuk mengantisipasi penumpukan dan kemacetan arus mudik, sekiranya longsor memang terjadi.

Kendati antisipasi telah dilakukan, bukan berarti semunya selesai. Yang terpenting adalah persiapan personal pemudik sendiri. Karena tidak jarang gangguan terjadi akibat kelalaian pemudik. Kecelakaan misalnya, walupun faktor jalan tidak bisa dipandang sebelah mata, tetapi human error (kesalahan manusia) juga tidak punya pengaruh besar. Mengantuk, melupakan kondisi kendaraan dan tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Dengan kesiapan mental, ditambah berbagai antisipasi diatas. Tidak ada alasan untuk panik saat mudik. (*)


1 Response to “Jangan Panik Saat Mudik”


  1. Januari 21, 2011 pukul 4:10 pm

    Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Mudah Panik” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Mudah Panik ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: