21
Nov
07

Dari Kunker Komisi C DPRD PADANG ke Kabupaten Badung, Bali (3/Habis)

Jarang Macet, Parkir Gratis dan PKL Tertata Rapi

Prinsip hidup bermasyarakat; Aku adalah Kamu – Kamu adalah Aku, tergambar jelas ditengah masyarakat. Budaya, adat dan agama berpadu satu–tidak terlepas satu sama lain. Toleransi antar umat beragama. Kendati beda, semua tetap ‘Nyame’ (saudara).

Ini pulalah yang membuat masyarakat Badung (Bali) tidak mudah dirasuki pihak-pihak luar yang berniat jelek—adu domba. Masing-masing umat beragama saling menghargai keyakinan masing-masing. Uniknya, jelang perayaan hari besar, mereka (yang beda agama) ikut berpatisipasi. Tanpa dikomadoi, ikut bergotong-royong (Nayaa) dirumah ibadat yang berhari besar.” Tapi bukan ikut dalam upacara. Mereka hanya membantu bergotong royong membersihkan rumah ibadat dan menyumbang bahan makanan atau buah-buahan,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Badung, Wisnu Bawa Temaja.Ini jugalah yang mendasari mudahnya pihak pemkab dalam mensukseskan program pemerintahannya. Sehingga kalau para umat hindu patuh terhadap adat, umat yang lain secara tidak langsung mengikuti.

Salah satu contoh persoalan Parkir. Kalau di daerah lain merupakan sebuah persoalan pelik dan sulit dalam penataan. Disini justru terkoordinir dengan baik. ” Langkah yang kami ambil hanya memberikan penyadaran kepada masyarakat. Ini daerah wisata berwawasan adat. Nyaris seluruh PAD dihasilkan dari sektor itu. Selaku masyarakat, wajib menyadari. Jangan mempersulit atau mengganggu para wisatawan. Karena dari sana jugalah lapangan kerja bakal terbuka lebar,” terangnya.

Langkah ini membuah hasil memuaskan. Masyarakat justru melindungi para wisatawan yang datang. Pungutan liar (pungli) dalam perparkiran tidak ada. Rasa terlindungi tadi membuat pendatang (wisatawan) sadar dan bakal malu kalau memarkir kendaraan serampangan. Semua tertata rapi secara alami dan kekeluargaan. ” Hanya saat upacara adat saja pihak desa adat turun tangan mengatur perparkiran di sini,” kata Wisnu.

Langkah lain yang dilakukan pemkab; menjadikan sejumlah ruas jalan di lokasi wisata “one way” (satu arah). Ini sengaja diciptakan agar di sisi jalan dapat digunakan para pejalan kaki. ” Alhasil, kemacetan sangat jarang terjadi disini. Sebab, masyarakat rata-rata patuh terhadap aturan yang disepakatinya bersama,” jelasnya.

Lokasi Khusus PKL

Pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini disebut sebagai penyebab kemacetan, juga dibuatkan lokasi khusus. Mereka dibuatkan petak-petak toko dengan sewa murah dan terjangkau.

” Semua demi antisipasi mereka tidak sembraut dalam menggelar dagangan. Bagi yang membandel dianggap melanggar aturan desa adat. Dan bakal dikenakan sanksi adat oleh para pecalang (penjaga keamanan desa adat),” kata Wisnu.

Rata-rata mereka tidak ada yang melanggar. Karena, sejumlah fasilitas sudah dilengkapi di petak toko yang dibuatkan khusus. Dan sanksi adat dirasa lebih berat dibanding sanksi lainnya.

Pantai Bersih

Khusus menjaga kebersihan areal pantai, dilakukan langsung oleh masing-masing pemuka para desa adat. Secara bergantian, kaum muda dan tua bahu membahu membersihkan pantai. Mereka yakin, kalau pantai bersih pengunjung bakal senang dan datang berkunjung. Otomatis, Pendapatan mereka yang rata-rata selaku penjual jasa (guide, penjual souvenir dan lainnya) bakal bertambah.

Untuk pembuangan akhir, tim kebersihan pun diturunkan setiap pukul 07.00 WIB. Sampah dibawa ke TPA. Limbah tadi kemudian diolah kembali (dibeli) oleh perusahaan pengelola limbah. ” Dalam artian, sampah pun merupakan salah satu sumber pendapatan di sini,” katanya.

Tanpa terasa, pertemuan tadi pun telah berjalan selama 2 jam. Rona kepuasan dimasing-masing wajah rombongan komisi C DPRD Kota Padang, tergambar jelas. Setelah saling tukar cendera mata, rombongan pun pamit. Sebuah kebulatan tekad secara tak langsung terpatri di masing-masing wakil rakyat Kota Padang. Pelajaran berharga tadi “harus” dicontoh. Khususnya untuk kebaikan pembangun Padang Kota Tercinta ke depan. Semoga…(*)


0 Responses to “Dari Kunker Komisi C DPRD PADANG ke Kabupaten Badung, Bali (3/Habis)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: