03
Nov
07

Los Kontrol Rumah Kos

“ Woi…mau kemana kamu? Kamu razia surat-surat kelengkapan izin !” hardik seorang nenek tua penjaga rumah kost kepada petugas dan wartawan yang ikut meliput pasukan penegak Perda Kota Padang dalam sebuah operasi penertiban di sebuah rumah kost putri di kawasan Pondok. “ Jangan foto-foto Ya. Sebab, disini tidak ada yang aneh. Kalau masih bandel, nanti saya laporkan kepada anak saya. Kamu kenal anak saya khan?”katanya membangga.

Awalnya, setelah mendengar itu, petugas penegak perda sedikit ngeper dan enggan. Maklum, nama yang di sebutkan si nenek tua memang cukup dikenal se antero Kota Padang ini. Namun, keengganan tadi tiba-tiba sirna. Pasalnya, dari salah satu kamar di sana, petugas beserta para wartawan peliput mendengar suara laki-laki.Nah lho. Ini kan kost khusus putri, guman sejumlah petugas dan wartawan. Tanpa mengiraukan larangan dari si nenek, petugas mengetok kamar yang dicurigai tersebut. Ternyata benar, di dalam kamar ditemui sepasang cucu adam. Parahnya, si lelaki justru sembunyi dan lari ke dalam kamar mandi.Lebih herannya lagi, dipintu masuk, sebuah tulisan berhuruf besar “ Tamu Laki-laki dilarang Masuk Kamar” jelas-jelas terpampang. Ini larangan atau slogan? Koq masih ada yang masuk kamar? “Kamu siapa?” tanya petugas tanya petugas kepada si lelaki.

Dia kekasih saya, jawab si perempuan. dikarenakan kepergok tengah berduaan di kamar dan dicurigai telah berbuat diluar norma, Kedua remaja belia berinisial “Ar” (21), laki-laki, warga Gunuang Pangilun dan Wid (20), perempuan, warga Indropuro, Kabupaten Pasisia Selatan ini digiring ke Kantor Pol PP.

Naifnya, kendati sudah mendapatkan bukti kalau rumah kos yang dikelolanya menyalahi ketepatan aturan berlaku, si nenak pengelola masih saja ngotot. “ Eh..ehh, kamu jangan lancang. Main bawa-bawa anak kos kita,” belanya.

Parahnya, anak laki-laki si nenek yang kebetulan ada di sana justru sempat mengamuk. Operasi penertiban tadipun nyaris ricuh. Karena perlakuan anak si nenek yang mengarah ke anarkis. Emosi petugas dan wartawan juga nyaris meledak. Terutama tatkala bogem di laki-laki melayang ke arah salah satu wartawan disana. Untungnya, si anak yang dibanggakan segera datang dan menyabarkan.

“Maafkan keluarga saya. Mungkin dia sedikit tidak mengetahui aturan penertiban,” katanya berdiplomasi. Mendengar itu, petugas sedikit lega. Sebuah surat panggilan pun segera diberikan ke laki-laki paruh baya tersebut oleh petugas. “Baiklah, besok saya akan mengurus persoalan ini ke kantor Pol PP, “ katanya datar seolah mengetahui kesalahan yang telah diperbuat.

Sebuah penuturan paling mengejutkan kembali disebutkan pasangan belia tadi di Mapol PP Kota Padang. Saat dimintai keterangan, mereka mengakui kalau pemilik tidak melarang bawa tamu ke kamar. “ Kalau siang hari ga apa-apa koq. Asal tidak lebih dari 2 – 3 jam,” katanya lantang.

Wow…apakah ini yang dinamakan ‘kehidupan’ tempat kos? Secara tak langsung, kejadian tersebut telah membukakan mata kita bersama. Kalau masih adanya lokasi yang harus lebih diperhatikan. Khususnya untuk rumah-rumah kos mahasiswi dan mahasiswa. Memang bukan ke seluruhan rumah kos berlaku seperti ini. Tapi, kalau satunya telah berbuat, imbas negatif secara tak langsung akan dirasakan oleh yang lainnya. Sejumlah aturan pun jelas telah dilanggar. Seperti Perda, Norma dan Adat istiadat.

Ini harus segera disikapi. Apalagi, Ranah Minang terkenal dengan Adat bersandi sara, sara basandi kitabullahnya. Dengan tujuan, los kontrol dirumah kos yang notabene mengundang perbuatan asusila dan maksiat di rumah-rumah kost, dapat diminimalisir dan dihapuskan. (*)


0 Responses to “Los Kontrol Rumah Kos”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: