12
Mar
09

Darzin, Pendekar Rusa dari Bayang

Rusa Peliharaan

Rusa Peliharaan

Huiii…,Rusdi, Rosni mandi lai, baok anak-anak tu, alah sore mah, capek, capek(hui, Rusdi Rosni mandi lagi, bawa anak-anak, hari sudah sore, cepat cepat).

Minggu (8/3/09) pukul 16.00 WIB, sinar mentari masih terasa menyengat di Kampung Kubang Nagari Koto Berapak Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Seorang lelaki tua terlihat bergegas menuju hamparan padang rumput seluas 25 x 25 meter di pinggir sungai Batang Bayang. Ia kembali berteriak..Huiii.

Lanjutkan membaca ‘Darzin, Pendekar Rusa dari Bayang’

01
Agu
08

BATUBARA PESSEL

Batu bara di pelabuhan panasahan pessel

ANTARA, (24/7)—-Potensi Batu Bara Kabupaten Pessel mulai menggeliat. PT Kelola Sumber Daya Nagari, pemilik ijin KP Ekploitasi mulai terlihat menumpuk hasil tambang Batu Bara dari Kampung Panadah Nagari Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan di Pelabuhan Panasahan IV Jurai Painan Pessel, SUMBAR. Stok file Batu Bara tersebut stanbye dan siap dijual ke pembeli yang datang. FOTO: Tusrisep

01
Agu
08

BERSIHKAN LONGSOR

Eskavator bersihkan longsor di Batu Biawak IV Jurai.jpg

ANTARA,(22/7)—- Alat berat jenis Eskavator milik Pemkab Pessel terlihat bekerja membersihkan material longsoran bukit yang menimbun badan jalan di Batu Biawak Kecamatan IV Jurai Pessel, SUMBAR pada  Selasa (22/7/2008 ) siang.  Malam sebelumnya, material longsor berupa tanah dan batu besar menghadang pengguna jalan dan mengakibatkan antrean panjang selama 2 jam di lokasi. FOTO: Tusrisep

01
Agu
08

PIKUL SEMBAKO

Warga Taluak Kasai berjalan kaki menuju rumahnya.jph

ANTARA, (22/7)—-Dua warga Sungai Bungin terlihat memikul sembako yang baru saja dibelinya melewati tanah longsoran Bukit di Kampung Taluak Kasai, Kecamatan Batang Kapas, Pessel, SUMBAR. Keduanya rela berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk membeli sembako karena 7 titik longsor di Kampung Taluak Kasai menuju Sungai Bungin hingga Selasa (22/7/2008 ) sore, belum dapat dibersihkan. Dua Kampung tersebut masih terisolasi dan tidak bisa dilewati kendaraan. Alhasil, harga bahan kebutuhan pokok di lokasi kejadian itu, kini melonjak naik Rp 2.000 sampai Rp 3.000/itemnya. Alat berat Pemkab Pessel dijadwalkan bisa membantu pada Rabu (23/7/2008 ). FOTO: Tusrisep

01
Agu
08

Evakuasi

Msk sunngai 3 oke

ANTARA, (19/7)—-Polisi, SAR, Pol PP bersama Warga setempat terlihat tengah berupaya mengeluarkan mobil Kijang Grand Toyota Kijang Grand warna Abu-abu Metalik bernopol BA 2438 JM dari dasar Sungai Batang Tarusan Kampung Pasar Minggu Nagari Duku Kecamatan Koto XI Tarusan, Pessel, Sumbar pada Sabtu pukul 10.45 WIB. Kijang bertolak dari Muko-muko Jumat (18/7/2008 ) pukul 14.00 WIB dengan tujuan Kinali Pasaman Barat. Malang, sopir mengantuk dan mobil terjun ke sungai Sabtu (19/7) pukul 04.30 WIB. Tiga dari 11 penumpang pulang kendurian keluarga ini, tewas tenggelam di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sedang delapan lainnya mengalami luka-luka. FOTO: Tusrisep.

01
Agu
08

HEMAT Ala PLN

Lampu hdp siang hariANTARA, (16/7)—Himbauan hemat listrik yang digaungkan PT PLN sepertinya hanya berlaku untuk konsumen. PT PLN sendiri selaku produsen listrik terlihat tidak melaksanakan penghematan. Salah satu bukti, Lampu Jalan di pertigaan Jalan M Hatta Painan, Pessel, SUMBAR (samping Kantor Pos dan Giro Painan) tetap saja menyala pada Rabu (15/7/2008 ) pukul 10.00 WIB. FOTO: Tusrisep

07
Jun
08

Kisah Pilu Sepeda Biru …

Sepeda balap tuaSEPEDA balap tua itu, terlihat kian lusuh. Tersandar di sudut lokasi parkir Unit Laka Poltabes Padang Jalan Mangunsarkoro. Basah dipercik hujan. Kering disengat terik mentari. Cat birunya, mulai terkelupas. Sekujur batang besinya mulai digerogoti karat di sana-sini.

Sepeda itu milik Asprizen (26). Lelaki lajang warga Pasir Ulak Karang Padang Utara Kota Padang. Ia korban kecelakaan lalu lintas pada 8 Mei 2008 lalu. Persisnya, di Jalan Jhoni Anwar Ulak Karang pukul 11.30 WIB. Goresan dibatang besi sepeda bekas diseruduk Vespa bernopol BA 7091 J ditunggangi lelaki paruh baya, Zulbakri.

Asprizen berasal dari keluarga serba kekurangan. Tinggal dipemukiman nelayan pantai Ulak Karang. Berjarak 10 meter dari bibir pantai. Rumahnya miris sekali. Berdinding papan tua lapuk. Lantainya berpasir. Diruang tamu, tersusun acak sofa usang. Sobek disana – sini. Tempelan kertas kado beragam didinding. Sepertinya disengaja sebagai pemanis. Penutup lobang – lobang bekas girikan kumbang.

Lanjutkan membaca ‘Kisah Pilu Sepeda Biru …’

06
Jun
08

Kuasa Batik di Persidangan

Sidang hamer dan faham di pengadilan tinggi (14)UNIK. Mungkin inilah yang tergambar dari persidangan ke dua sengketa Pilkada Sawahlunto di Pengadilan Tinggi Padang, Jumat (6/6/2008 ) siang. Terutama menyoal pakaian digunakan pihak kuasa hukumnya.

Kalau di persidangan umum (Pidana dan Perdata) para kuasa hukum ini terlihat mengenakan toga dan baju rapi, dipersidangan kemarin justru beragam. Ada yang mengenakan jas, kemeja plus dasi malah ada berkemeja batik lengan pendek.

Lanjutkan membaca ‘Kuasa Batik di Persidangan’

05
Jun
08

Listrik Mati 18 Jam di Pessel

LilinPAINAN—Tak seperti biasanya, Senin (2/6/2008 ) kemarin tak ubahnya merupakan hari bergelap-gelapan di Pessel. Khusus Kecamatan IV JUrai, selama 18 Jam mengalami mati lampu. Matinya listrik berawal pukul 20.00 WIB. Dan baru hidup di pukul 14 WIB, esok harinya (Selasa 3 Juni 2008).

Sejumlah pengusaha kecil dan menengah mengeluhkan pemadaman panjang aliran listrik ini. Rata-rata usaha kecil yang dan menengah yang ada di sangat menggantungkan usahanya dengan listrik ini. Sebut saja, usaha Warnet, Kios Ponsel, pusat perbelanjaan, kerajinan rumah tangga, dan usaha lainnya.

Seorang usaha fotocopy, Ujang (30) warga Painan, mengaku kecewa dengan pihak PLN. Katanya, pemadaman ini tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“ Saya sangat kecewa. Apalagi ini matinya justru sangat lama. Bayangkan, usaha fotocopy ini sangat membutuhan listrik. Dan justru banyak pelanggannya di malam hari. Eee..ini justru mati lampu dari pukul 20.00 WIB. Dan baru hidup esok siangnya. Pemadaman ini jelas sangat merugikan saya,” ucapnya saat dijumpai di tokonya, Selasa (3/6/2008 ) siang. Lanjutkan membaca ‘Listrik Mati 18 Jam di Pessel’

30
Mei
08

Serba Bengkuang di Kota Bengkuang

Souvenir bingkuang padangJULUKAN Kota Bengkuang kepada Kota Padang sepertinya tak cuma sekadar slogan. Mau tau kenapa ? Pengunjung sekarang tak cuma bisa menikmati manisnya buah bengkuang. Mereka sudah bisa membawa pulang souvenir lain. Mulai dari jus bengkuang, kerupuk bengkuang dan pernak – pernik lain berbentuk bengkuang.

Bengkuang atau orang di Padang menyebutnya bingkuang adalah buah tangan spesifik kota berpenduduk sekitar 668.972 jiwa ini (data BPS per 5 April 2008). Tak pelak, hampir setiap orang yang datang ke Padang membeli bengkuang sebagai oleh-oleh.

Saking terkenalnya Padang dengan buah bengkuang, sebuah pameo terdengar ditengah masyarakat Sumbar (luar Padang). ” Ka Padang besuak da? Jaan lupo ndak? Bali Bingkuang!” (Berangkat ke Padang besok Bang? Jangan lupa beli Bengkuang!).

Lanjutkan membaca ‘Serba Bengkuang di Kota Bengkuang’




BRANKAS Tulisan

a

PENGUNJUNG

hit counter image

MAP

KOMUNITAS

Photobucket Photobucket